Seperti yang kita ketahui, beton terutama terdiri dari semen, air, dan agregat (kerikil, pasir, atau batu). Prinsip proporsi agregat adalah partikel yang lebih kecil akan mengisi rongga di antara partikel besar. Rasio partikel kecil bergantung pada rasio rongga partikel besar. Disarankan untuk membuat adukan semen sepenuhnya mengisi rongga partikel besar.
Partikel berukuran besar sangat memengaruhi kinerja pompa. Beton agregat pebble* adalah yang terbaik untuk pemompaan, diikuti oleh agregat campuran, dan agregat gravel** adalah yang terburuk. Diameter partikel dibatasi oleh silinder pengiriman pompa dan pipa pengangkut. Rasio rongga partikel besar harus cukup kecil dan gradasinya harus kontinu dan merata. Beton berkualitas tinggi ini dapat meningkatkan kinerja kerja pompa, efisiensi, dan mengurangi biaya pemompaan.
* Pebble batu kecil yang secara alami membulat, dengan diameter berkisar antara 4 hingga 64 milimeter. Permukaannya yang halus berasal dari pelapukan dan erosi alami.
** Gravel terdiri dari batu-batu lepas yang berukuran antara 2 hingga 75 milimeter diameternya. Tidak seperti batu kerikil/pebble, gravel dapat berbentuk bulat atau bersudut, tergantung pada sumber dan pengolahannya. Gravel serbaguna dan umum digunakan dalam konstruksi dan penataan lanskap.
